1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hidrogen Penggerak Sektor Transportasi Masa Depan

Karl Harenbrock
6 Desember 2023

Kereta regional pertama di dunia yang digerakkan sel bahan bakar beroperasi di Jerman utara. Kereta yang dilengkapi teknik hidrogen itu akan gantikan lokomotif diesel. Perusahaan besar bersaing dalam teknologi baru itu.

https://p.dw.com/p/4Z4GI
Deutschland | Präsentation Wasserstoffzug | Siemens und Deutsche Bahn | in Krefeld
Foto: Max Brugger/REUTERS

Kereta regional RB31 berangkat nyaris tanpa suara dari stasiun di Desa Bremervörde, utara Jerman. Kereta ini istimewa karena digerakkan oleh hidrogen. Sebuah sel bahan bakar di atap kereta memasok energi ke sebuah motor elektronik yang menggerakkan roda. Kereta ramah lingkungan ini menggantikan lokomotif diesel. Penumpang tidak merasakan perbedaannya.

Namun, seorang penumpang mengemukakan, mesin diesel lebih berisik dan bau. Penumpang lain mengatakan, satu kereta perlu 800 liter diesel sehari. Jadi lebih baik, jika kereta melaju menggunakan hidrogen.

Satu kekurangannya, hidrogen yang digunakan saat ini masih berasal dari sebuah pabrik kimia terdekat dan diproduksi menggunakan energi fosil. Jadi tidak netral CO2. Namun rencananya, ini akan diubah.

Kereta Hidrogen Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Alexander Zörner, kepala proyek pada perhimpunan perusahaan lalu lintas jarak dekat Landesnahverkehrgesellschaft (LNVG) negara bagian Niedersachsen mengungkapkan, pihaknya saat ini merencanakan membangun instalasi elektrolisis dekat stasiun pengisian energi di Bremervörde.

Hidrogen hijau dari energi angin dan surya

Instalasi elektrolisis itu dalam waktu dekat akan dioperasikan dengan energi dari turbin angin atau sel surya. Ia mengemukakan lebih lanjut, dengan itu, mereka memproduksi hidrogen hijau, dan seluruh armada kereta bisa beroperasi netral CO2.

Pabrik kereta api Alstom dari Prancis punya pabrik di Salzgitter, Niedersachsen, Jerman. Di sini para insinyur mengembangkan kereta berbahan bakar hidrogen. Selebihnya diproduksi secara internasional. Gerbongnya diproduksi di Polandia, sel bahan bakar di Kanada. Ini kereta hidrogen pertama di dunia yag diproduksi massal.

"Eropa adalah lokomotif penggeraknya," demikian dikatakan Andreas Frixen yang mengepalai Alstom di Salzgitter. Ia menjelaskan, karena di sini teknik tersebar luas dan punya persyaratan terbaik. "Tapi kami menunggu permintaan dari seluruh dunia."

Siemens yang jadi pesaing Alstom, juga meluncurkan "Mireo plus H" dalam sektor ini, bekerja sama dengan perusahaan kereta api Jerman, Deutsche Bahn. Namun, kereta buatan Siemens masih dalam tahapan uji coba.

Diperhitungkan, dua tahun mendatang kereta hidrogen buatan Siemens akan melayani rute regional. Uji coba pertama sudah sukses dilakukan, tetapi hingga seluruh kereta diesel diganti, perlu waktu cukup lama. 

Kepala Dewan Pimpinan Deutsche Bahn, Richard Lutz mengatakan, "Paling tidak, kami sudah mencanangkan mengganti 3.000 lokomotif diesel." Ia menjelaskan, pihaknya ingin melakukan perubahan terkait perlindungan iklim. Hingga paling lambat 2040, saat di mana DB hendak sepenuhnya netral iklim.

Apakah kereta hidrogen benar-benar bisa menggantikan kereta berpenggerak diesel, tergantung dari apakah tersedia cukup pasokan hidrogen hijau. Untuk tahap awal, kereta hidrogen harus terlebih dulu membuktikan kehandalannya dalam praktik operasional.

(ml/as)